Rabu, 22 Februari 2012

Trik  Matematika
Halo kawan. Trik Matematika nii adalah mengalikan 2 buah bilangan di bawah dan dekat dengan angka 100.
Kita akan menghitung hasil dari :
87 x 98 = ???

Cara perhitungannya adalah :
1. 87 adalah 13 di bawah 100.
2. 98 adalah 2 di bawah 100.
3. Buatlah selisih secara menyilang. Selisih dari "87 dengan 2" adalah 85 dan selisih dari "98 dengan 13" adalah 85 juga.
4. Hasil sementara adalah 85 ...
5. Kemudian 13 x 2 = 26
6. Hasil akhirnya adalah gabungan dari 85 dan 26, yaitu 8526.

Cukup Mudah Bukan !!!

Oke.. Mari kita coba untuk menghitung bilangan berikut :
85 x 97 = ???

1. 85 adalah 15 di bawah 100.
2. 97 adalah 3 di bawah 100.
3. Kita buat selisih secara menyilang. Selisih dari "85 dengan 3" adalah 82 dan selisih dari "97 dengan 15" adalah 82 juga.
4. Hasil sementara adalah 82 ...
5. Kemudian 15 x 3 = 45
6. Hasil akhirnya adalah gabungan dari 82 dan 45, yaitu 8245. Betul nggak??

coba temukan kenapa bisa seperi itu??
share disini yaa

Senin, 02 Januari 2012

Angka unik

Pengetahuan yang bagus untuk kita2
Fakta unik ternyata ditemukan dalam pola sederetan angka. Setiap negara, bangsa, dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh.
Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia, tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya.
house numbers 742487 Misteri Angka Unik Bahasa Indonesia
Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah, maka terkadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia.
1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan
Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan mempunyai huruf awal, yaitu S, dan bila dijumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh.
Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Berturut-turut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlahkan dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.
Tidak sampai disitu, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S.
Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).
Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada di antara Empat dan Enam (pembenaran lagi).
Sedangkan angka Lima, huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).
Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.
Rahasianya, tidak pake matematika. Cukup ditulis saja di kertas kosong, kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat, maka Anda bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama.
Tulis huruf T besar di kertas pake font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Anda pasti bisa melihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung (pembenaran yang juga dipakasakan sekali).
Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Jadi sekali lagi pola ini hanya milik Indonesia.